Siapa Family Caregiver ODS?

Menurut National Alliance for Caregiving (2010), family caregiver adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan fisik, emosional, dan finansial sehari-hari anggota keluarganya yang tidak dapat merawat dirinya sendiri karena sakit kronis atau disabilitas. Family caregiver yang dimaksud seperti anggota keluarga, pasangan hidup, ataupun teman yang memiliki hubungan yang signifikan.

Family caregiver sering disebut juga sebagai informal caregiver, sebuah istilah yang menggambarkan seseorang yang merawat anggota keluarganya di rumah tanpa dibayar. Family caregiver dapat sebagai caregiver primer ataupun sekunder yang tinggal bersama atau terpisah dari keluarga yang dirawat (Family Caregiver Alliance, 2014). Mayoritas family caregiver adalah wanita (66%), yaitu pasangan (istri), anak perempuan, atau menantu perempuan (National Alliance for Caregiving, 2010).

Pada masyarakat Indonesia yang masih kental dengan nilai-nilai budaya, meskipun anak telah berkeluarga atau tinggal terpisah dari keluarga, secara emosional bahkan ekonomi juga mereka masih terikat dengan keluarga. Oleh karenanya, mayoritas caregiver pasien skizofrenia di Indonesia adalah keluarga. Family caregiver ini diantaranya adalah : a) keluarga lini pertama seperti orang tua, pasangan hidup, anak yang sudah dewasa, atau saudara kandung, b) saudarayang paling sering berhubungan atau kontak dengan pasien, c) saudara yang paling banyak memberikan dukungan keuangan, d) saudara yang akan dihubungi oleh rumah sakit jika ada permasalahan gawat darurat pada pasien, e) saudara yang paling banyak berhubungan dengan masalah pengobatan pasien (Marchira, 2012).

Family caregiver pasien skizofrenia menghadapi berbagai tantangan selama merawat anggota keluarganya. Agresi atau perilaku berisiko lainnya, frekuensi rawat inap, dan permasalahan dengan hukum dapat menjadi pengalaman traumatis bagi family caregiver. Selain itu, isolasi sosial dan rasa malu akibat stigmatisasi sering dirasakan oleh family caregiver. Dampak buruk yang signifikan terhadap kesehatan mental dan kesehatan fisik family caregiver seringkali dialami selama merawat pasien skizofrenia. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa family caregiver mengalami depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan fisik (Butler, 2016; Kuipers et al., 2010; Smith et al., 2014). Pada kondisi ini, penting bagi tenaga medis untuk memberi dukungan dan edukasi kepada family caregiver agar dapat menerapkan strategi koping yang efektif dalam menghadapi masalah (Ozlu et al., 2015). Oleh karenanya, psikoedukasi yang diberikan tidak hanya tentang gejala dan pengobatan pada pasien, tetapi juga penting untuk memberikan informasi tentang bagaimana cara meningkatkan strategi koping, pemecahan masalah, dan cara berkomunikasi (Marchira, 2012).

Suharsono

suharsono adalah lulusan Master of Nursing dari The University Of Melbourne Australia dan melanjutkan Program doktor di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Saat ini aktif dalam kegiatan Traning dan Consulting dalam meningktakan mutu dan keselamatan pasien serta soft skill yang dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *